Bachri, Nauvand Aditya (2026) Pentingnya Penerapan Latihan Kebakaran di atas Kapal MV. Golden Perman. Undergraduate thesis, Politeknik Pelayaran Surabaya.
Nauvand Aditya Bachri - Halaman Awal, Bab I, II & III.pdf
Download (2MB)
Nauvand Aditya Bachri - Fulltext.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Nauvand Aditya Bachri. 2026. Pentingnya Penerapan Latihan Kebakaran di Atas Kapal MV. Golden Permai. Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Operasi Kapal, Politeknik Pelayaran Surabaya. Dibimbing oleh Elise Dwi Lestari, S.Sos., M.Pd. dan Eddi, A.Md.LLAJ., S.Sos., M.M.
Kebakaran merupakan salah satu keadaan darurat dengan tingkat risiko tinggi dalam operasional pelayaran karena dapat mengancam keselamatan jiwa, muatan, kapal, serta lingkungan laut. Berdasarkan regulasi keselamatan internasional yang ditetapkan oleh International Maritime Organization, setiap kapal wajib melaksanakan latihan kebakaran (fire drill) secara berkala sesuai ketentuan SOLAS 1974 dan ISM Code sebagai bagian dari sistem manajemen keselamatan kapal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukannya ketidakteraturan pelaksanaan latihan kebakaran serta rendahnya tingkat kesiapsiagaan sebagian awak kapal dalam menghadapi keadaan darurat di atas kapal MV. Golden Permai yang dioperasikan oleh PT. Golden Ocean Line. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung selama praktik laut, wawancara dengan Mualim I dan Mualim III, serta dokumentasi laporan latihan keselamatan kapal. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan fire drill belum dilakukan secara rutin setiap bulan sesuai ketentuan SOLAS Chapter III Regulation 19. Ditemukan beberapa permasalahan, antara lain keterlambatan crew saat muster station, kurangnya pemahaman terhadap muster list dan tanggung jawab masing-masing, tidak dilaksanakannya familiarisasi alat keselamatan bagi crew baru, serta belum optimalnya evaluasi pasca-latihan. Selain itu, terdapat beberapa jenis latihan darurat tiga bulanan yang tidak dilaksanakan sesuai jadwal. Faktor penyebab utama meliputi minimnya kesadaran keselamatan, padatnya jadwal operasional kapal, keterbatasan waktu latihan, serta kurangnya pengawasan dan sosialisasi internal. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa penerapan latihan kebakaran yang terjadwal, terstruktur, dan dievaluasi secara berkelanjutan sangat berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan, koordinasi, dan respons cepat awak kapal dalam menghadapi keadaan darurat. Latihan yang tidak konsisten berpotensi menurunkan kesiapsiagaan dan meningkatkan risiko kecelakaan serius. Oleh karena itu, disarankan agar perusahaan dan manajemen kapal meningkatkan disiplin pelaksanaan fire drill sesuai regulasi, mengadakan safety meeting dan evaluasi rutin, melaksanakan familiarisasi alat keselamatan bagi crew baru, serta memperkuat budaya keselamatan sebagai bagian dari implementasi Safety Management System (SMS).
Kata Kunci : latihan kebakaran, fire drill, keselamatan pelayaran, SOLAS, ISM Code, kesiapsiagaan awak kapal.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Creators: | Creators Email ORCID Bachri, Nauvand Aditya UNSPECIFIED UNSPECIFIED |
| Subjects: | H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare, Criminology > Accidents. Prevention of accidents V Naval Science > VD7-430 Naval seamen > VD160-302 Drill regulations |
| Divisions: | D4 Teknologi Rekayasa Operasi Kapal |
| Depositing User: | Rice Agustina |
| Date Deposited: | 09 Apr 2026 10:44 |
| Last Modified: | 09 Apr 2026 10:44 |
| URI: | https://repository.poltekpel-sby.ac.id/id/eprint/990 |
