Tang, Muhammad Rafli Naufadly (2025) Analisis Proses Pemuatan Batu Bara secara Ship to Ship di Tabone Anchorage Wilayah Konsesi PT. Indonesia Multi Purpose Terminal. Undergraduate thesis, Politeknik Pelayaran Surabaya.
Muhammad Rafli Naufaldy Tang - Halaman Awal, Bab I, II & III.pdf
Download (2MB)
Muhammad Rafli Naufaldy Tang - Fulltext.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Muhammad Rafli Naufaldy Tang, Analisis Proses Pemuatan Batu Bara Secara Ship To Ship di Taboneo Anchorage Wilayah Konsesi PT. Indonesia Multi Purpose Terminal. Dibimbing oleh Ibu Dr. Elly Kusumawati, S.H., M.H. selaku Dosen Pembimbing I dan Ibu Capt. Upik Widyaningsih, M.Pd, M.Mar. selaku Dosen Pemimbing II.
Penelitian ini pada dasarnya bertujuan untuk menganalisis proses pemuatan batu bara secara ship to ship, mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam proses kegiatan pemuatan secara STS dan merumuskan upaya pencegahan untuk meningkatkan efektivitas dan produktivitas operasional. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif serta teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara dengan pihak terkait, serta dokumentasi operasional perusahaan. Penelitian ini dilakukan penulis pada saat praktek darat selama 12 bulan di PT. Adaro Logistic dan KSOP Kelas III Rangga Ilung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pemuatan batu bara secara STS telah mengikuti SOP yang diterapkan mulai dari tahapan perencanaan alokasi kapal, persiapan alat, pelaksanaan pemuatan dan penyelesaian administrasi, namun pada implementasinya dilapangan masih belum adaptif terhadap dinamika operasional dan koordinasi masih dilakukan secara manual. Penelitian ini menemukan empat faktor utama yang menjadi penghambat, yaitu kondisi cuaca ekstrem yang tercatat sebesar (41,5%), Kerusakan peralatan pemuatan seperti floating crane dan floating terminal unit sebesar (31,9%), hambatan administrasi sebesar (15,8%), serta SDM yang kurang profesional dan kurangnya koordinasi dilapangan sebesar (10,7%). Rata-rata idle time perkapal mencapai 27,93 jam dari total berthing time 136,26 jam dengan rata-rata berth working time 108,34 jam. Berdasarkan data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa cuaca ekstrem dan kerusakan peralatan menjadi faktor dominan yang dapat menurunkan produktivitas operasional. Adapun upaya yang dapat dilakukan yaitu penerapan early warning system untuk mitigasi risiko cuaca, penguatan preventive maintenance, digitalisasi pelaporan dan administrasi, serta peningkatan kompetensi dan koordinasi SDM dengan pelatihan berkala. Implementasi strategi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan produktivitas operasional.
Kata Kunci : Idle Time, Pemuatan, Ship to ship, Taboneo Anchorage
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Creators: | Creators Email ORCID Tang, Muhammad Rafli Naufadly UNSPECIFIED UNSPECIFIED |
| Subjects: | V Naval Science > VK1-1661 Navigation. Merchant marine > VK321-369.8 Harbors. Ports |
| Divisions: | D4 Transportasi Laut |
| Depositing User: | Rice Agustina |
| Date Deposited: | 23 Feb 2026 08:46 |
| Last Modified: | 23 Feb 2026 08:46 |
| URI: | https://repository.poltekpel-sby.ac.id/id/eprint/901 |
