Analisis Perbandingan Handling Charge LCL di Container Freight Station (CFS) Lini 1 dan Depo Lini 2

Prasasti, Naiya (2026) Analisis Perbandingan Handling Charge LCL di Container Freight Station (CFS) Lini 1 dan Depo Lini 2. Undergraduate thesis, Politeknik Pelayaran Surabaya.

[thumbnail of Naiya Prasasti - Halaman Awal, Bab I, II & III.pdf] Text
Naiya Prasasti - Halaman Awal, Bab I, II & III.pdf

Download (8MB)
[thumbnail of Naiya Prasasti - Fulltext.pdf] Text
Naiya Prasasti - Fulltext.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

NAIYA PRASASTI, “PERBANDINGAN HANDLING CHARGE LCL DI CONTAINER FREIGHT STATION (CFS) LINI 1 DENGAN DEPO LINI 2”, Politeknik Pelayaran Surabaya. Dibimbing oleh Bapak Muhammad Dahri, S.Hum., M.H selaku Dosen Pembimbing I dan Bapak Prima Yudha Yudianto, M.M selaku Dosen Pembimbing II.
Less than Container Load (LCL) didefinisikan sebagai kargo yang volumenya tidak mengisi satu petikemas secara penuh dan pergerakannya memerlukan alokasi handling charge LCL. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi komparatif atas handling charge LCL antara fasilitas Container Freight Station (CFS) Lini 1 dan fasilitas depo lini 2. Perbedaan lokasi operasional dan status kepabeanan antara CFS Lini 1 dan depo lini 2 diprediksi menimbulkan variasi dalam struktur biaya yang secara langsung memengaruhi efisiensi rantai pasok logistik. Penelitian ini memiliki tiga tujuan utama, yaitu mengidentifikasi prosedur pelayanan LCL, menganalisis perkembangan volume throughput LCL periode 2021–2024, dan membandingkan handling charge LCL antara kedua lokasi. Metodologi yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen pada Commercial and Business Development Department. Analisis data melibatkan perhitungan Compound Annual Growth Rate (CAGR) untuk mengukur tren volume serta analisis komparatif deskriptif untuk mengevaluasi struktur biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan LCL dilaksanakan melalui tiga Job Order utama, yaitu Receiving Service LCL (RSL), MIM, dan Delivery Cargo. Tren throughput LCL menunjukkan peningkatan positif dengan nilai CAGR sebesar 17,996%. Selanjutnya, hasil analisis biaya menunjukkan bahwa depo lini 2 mengenakan handling charge LCL yang lebih tinggi, yaitu sekitar 26%–30% dibandingkan dengan CFS Lini 1. Dengan demikian, CFS Lini 1 terbukti memberikan keunggulan kompetitif bagi pengguna jasa melalui struktur handling charge LCL yang lebih efisien.
Kata Kunci: Handling Charge, Less than Container Load (LCL), Container Freight Station (CFS), Depo Lini 2, Throughput.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
Creators
Email
ORCID
Prasasti, Naiya
UNSPECIFIED
UNSPECIFIED
Subjects: V Naval Science > VK1-1661 Navigation. Merchant marine > VK321-369.8 Harbors. Ports
Divisions: D4 Transportasi Laut
Depositing User: Rice Agustina
Date Deposited: 06 Apr 2026 08:15
Last Modified: 06 Apr 2026 08:15
URI: https://repository.poltekpel-sby.ac.id/id/eprint/970

Actions (login required)

View Item
View Item