Analisis Dampak Overtime Kerja terhadap Kelelahan Fisik dan Mental Crew Kapal MV. Manalagi Tisya

Defara, Wolfgang Alexander (2025) Analisis Dampak Overtime Kerja terhadap Kelelahan Fisik dan Mental Crew Kapal MV. Manalagi Tisya. Undergraduate thesis, Politeknik Pelayaran Surabaya.

[thumbnail of Wolfgang Alexander Defara - Halaman Awal, Bab I, II & III.pdf] Text
Wolfgang Alexander Defara - Halaman Awal, Bab I, II & III.pdf

Download (4MB)
[thumbnail of Wolfgang Alexander Defara - Fulltext.pdf] Text
Wolfgang Alexander Defara - Fulltext.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

WOLFGANG ALEXANDER DEFARA, 2024. “Analisis Dampak Overtime Kerja Terhadap Kelelahan Fisik Dan Mental Crew Kapal MV. Manalagi Tisya” Teknologi Rekayasa Operasi Kapal Program Sarjana Terapan POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA. Dibimbing oleh Bapak Sutoyo, S.Si. T., M.Pd. dan Bapak Muhamad Imam Firdaus S.S.T. Pel., M.M.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak overtime kerja terhadap kelelahan fisik dan mental crew kapal MV. Manalagi Tisya, dengan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab dan akibat yang mungkin timbul akibat penambahan jam kerja. Dalam penelitian ini, peneliti akan menerapkan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan penulis di kapal MV. Manalagi Tisya milik perusahaan PT Pelayaran Manalagi yang merupakan anak perusahan dari PT Salam Pacific Indonesia Lines, dengan callsign kapal “YBTL2” dan total kapasitas muatan 52201 MT. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajikan data, menarik Kesimpulan. Crew kapal MV. Manalagi Tisya mengalami overtime rata-rata 4.5 jam per hari, dengan Departemen Mesin mengalami overtime tertinggi (rata-rata 5.2 jam). Overtime paling sering terjadi saat bongkar muat di pelabuhan (35%) dan saat menghadapi cuaca buruk (27%), Dampak Fisik: Overtime yang berkelanjutan menyebabkan dampak fisik signifikan berupa gangguan tidur (80%), sakit punggung dan pinggang (70%), dan nyeri otot (60%), Dampak Mental: Sebanyak 85% crew mengalami kelelahan mental sedang hingga berat akibat overtime, dengan gejala utama berupa kesulitan berkonsentrasi (75%), irritabilitas (65%), dan penurunan kemampuan pengambilan keputusan (60%). Keselamatan: Terdapat korelasi positif yang kuat (r = 0.82) antara durasi overtime dengan frekuensi insiden keselamatan. Risiko insiden meningkat 28% untuk setiap penambahan 2 jam overtime, Performa Kerja: Overtime berdampak pada penurunan performa kerja, terutama pada kemampuan pemecahan masalah (45%), kepatuhan terhadap prosedur (41%), dan komunikasi efektif (37%), Manajemen Overtime: Strategi manajemen overtime yang paling efektif adalah rotasi tugas dan pelatihan manajemen kelelahan, namun implementasinya masih belum optimal. Keterbatasan jumlah personel dan tuntutan operasional merupakan kendala utama dalam meminimalkan overtime, Kepatuhan Regulasi: Jam kerja rata-rata crew kapal MV.
Kata kunci: Overtime Kerja, Kelelahan Fisik, Mental Crew

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
Creators
Email
ORCID
Defara, Wolfgang Alexander
UNSPECIFIED
UNSPECIFIED
Subjects: H Social Sciences > HD28-9999 Industries. Land use. Labor > HD4801-8943 Labor. Work. Working class > HD5106-5267 Hours of labor Including overtime, shift work, sick leave, vacations
Divisions: D4 Teknologi Rekayasa Operasi Kapal
Depositing User: Rice Agustina
Date Deposited: 10 Feb 2026 14:19
Last Modified: 10 Feb 2026 14:19
URI: https://repository.poltekpel-sby.ac.id/id/eprint/888

Actions (login required)

View Item
View Item