Pencegahan terjadinya Tubrukan pada Alur Pelayaran Sempit Sungai Kapuas Berdasarkan P2TL (Pencegahan Terjadinya Tubrukan di Laut) Studi Kasus : MT. Patra Tanker 2

Nugroho, Vigo Octady Pratama (2025) Pencegahan terjadinya Tubrukan pada Alur Pelayaran Sempit Sungai Kapuas Berdasarkan P2TL (Pencegahan Terjadinya Tubrukan di Laut) Studi Kasus : MT. Patra Tanker 2. Undergraduate thesis, Politeknik Pelayaran Surabaya.

[thumbnail of Vigo Octady Pratama Nugroho - Halaman Awal, Bab I, II & III.pdf] Text
Vigo Octady Pratama Nugroho - Halaman Awal, Bab I, II & III.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of Vigo Octady Pratama Nugroho - Fulltext.pdf] Text
Vigo Octady Pratama Nugroho - Fulltext.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Vigo Octady Pratama Nugroho. Pencegahan Terjadinya Tubrukan Pada Alur Pelayaran Sempit Sungai Kapuas Berdasarkan P2TL (Pencegahan Terjadinya Tubrukan Di Laut) Studi Kasus : Mt. Patra Tanker 2. Dibimbing oleh Bapak Sutoyo, S.SiT., M.Pd., M.Mar. dan Ibu Rizqi Aini Rakhman, S.S.T.Pel.,M.M.Tr.
Penelitian ini mengkaji risiko tubrukan kapal di alur sempit Sungai Kapuas, merujuk pada insiden antara MT. Patra Tanker 2 dan MV. Kalimas saat manuver di perairan terbatas. Tujuannya meliputi evaluasi penerapan aturan 7, 8, dan 9 Peraturan Pencegahan Tubrukan di Laut (COLREGs), identifikasi faktor risiko selama pelintasan alur sempit, serta penyusunan strategi pengendalian risiko berbasis prosedur keselamatan pelayaran. Metode deskriptif kuantitatif digunakan dengan menggabungkan observasi lapangan, dan penyebaran kuesioner kepada 30 awak MT. Patra Tanker 2. Data dianalisis melalui teknik HAZOP untuk mengurai potensi bahaya, sementara persepsi kru terhadap variabel risiko diukur menggunakan uji statistik deskriptif dalam SPSS 26. Temuan penelitian diharapkan memberikan rekomendasi operasional untuk meningkatkan keselamatan navigasi di wilayah berisiko tinggi. Analisis HAZOP mengidentifikasi 12 faktor risiko, terutama miskomunikasi antar petugas jaga (R3) dan penurunan tenaga mesin saat olah gerak di arus kuat (R8) sebagai risiko tinggi (skor 12). Hasil menunjukkan penerapan P2TL aturan 7,8, dan 9 dinilai baik (skor rata-rata 4,6–4,8), namun dari hasil pemetaan risiko, sebagian besar risiko berada dalam kategori “tinggi” (high) dan “sedang” (moderate), sehingga diperlukan penerapan langkah pengendalian yang optimal dan berkelanjutan. Strategi yang direkomendasikan meliputi peningkatan pelatihan awak kapal dalam menghadapi situasi alur sempit, pemeliharaan berkala terhadap peralatan navigasi, serta perbaikan sistem komunikasi antar kru dan dengan kapal lain. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam peningkatan keselamatan pelayaran di perairan terbatas dan memperkuat implementasi P2TL secara efektif.
Kata kunci: P2TL, alur pelayaran sempit, risiko tubrukan, metode kuantitatif, HAZOP, Sungai Kapuas, MT. Patra Tanker 2

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
Creators
Email
ORCID
Nugroho, Vigo Octady Pratama
UNSPECIFIED
UNSPECIFIED
Subjects: V Naval Science > VK1-1661 Navigation. Merchant marine
Divisions: D4 Teknologi Rekayasa Operasi Kapal
Depositing User: Rice Agustina
Date Deposited: 10 Feb 2026 10:15
Last Modified: 10 Feb 2026 10:15
URI: https://repository.poltekpel-sby.ac.id/id/eprint/886

Actions (login required)

View Item
View Item