Identifikasi Penyebab Kebocoran pada Jacket Cooling Fresh Water Main Engine Type Man B&W 6L35MC di MT. Tirtasari

Oktavianto, Iqbal Dwi (2024) Identifikasi Penyebab Kebocoran pada Jacket Cooling Fresh Water Main Engine Type Man B&W 6L35MC di MT. Tirtasari. Undergraduate thesis, Politeknik Pelayaran Surabaya.

[thumbnail of Iqbal Dwi Oktavianto - Halaman Awal, Bab I, II & III.pdf] Text
Iqbal Dwi Oktavianto - Halaman Awal, Bab I, II & III.pdf

Download (4MB)
[thumbnail of Iqbal Dwi Oktavianto - Fulltext.pdf] Text
Iqbal Dwi Oktavianto - Fulltext.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Iqbal Dwi Oktavianto. 2025. Identifikasi Penyebab Kebocoran pada Jacket Cooling Fresh Water Main Engine Type MAN B&W 6L35MC Di MT. TIRTASARI. Politeknik Pelayaran Surabaya. Dibimbing oleh Dosen Pembimbing I: Bapak Eko Prayitno,S.PdI, M.M dan Dosen Pembimbing II: Bapak Kuntoro Bayu Ajie, S.Kom., MT.
Jacket cooling pada permesinan kapal merupakan komponen dari sistim pendinginan yang terletak di antara tembok silinder dan head atau blok cylinder. Fluida pendinginan air mengalir melalui area ini untuk menyerap panas dari dinding silinder, lalu terus mengalir. Karya ilmiah ini dilakukan karena terjadinya kebocoran dalam sistem pendingin jacket yang menyebabkan kapal harus berhenti beroperasi dan menjalani perbaikan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab kebocoran, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebocoran disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kurangnya penanganan terhadap pelaksanaan (PMS) pada mesin utama, kerusakan pada o-ring jacket cooling, karat pada bagian sistim pendingin, karat pada tangki penampung air, suhu air sebelum panas yang kurang stabil, serta kurang perhatian menyeluruh pada sistem pendingin. Kerusakan pada komponen sistem pendingin menyebabkan kinerja pendinginan main engine menjadi tidak optimal. Akibatnya, sirkulasi pendingin terganggu, kualitas air pendingin menurun, suhu gas buang menjadi tidak stabil, dan temperatur gas buang meningkat meskipun belum sampai menyebabkan mesin mati (shutdown). Untuk mengatasi kebocoran ini, langkah-langkah yang dilakukan meliputi pelaksanaan pemeliharaan berkala sesuai panduan manual, penggantian o-ring dan jacket cooling yang rusak, serta pemberian arahan terkait prosedur perawatan mesin utama sesuai dengan petunjuk pabrikan.
Kata Kunci: Analisa, Korosi, Sistem Pendingin, MT. TIRTASARI

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
Creators
Email
ORCID
Oktavianto, Iqbal Dwi
UNSPECIFIED
UNSPECIFIED
Subjects: V Naval Science > VM1-989 Naval architecture. Shipbuilding. Marine engineering > VM595-989 Marine engineering
Divisions: D4 Teknologi Rekayasa Permesinan Kapal
Depositing User: Rice Agustina
Date Deposited: 22 Jan 2026 08:57
Last Modified: 22 Jan 2026 08:57
URI: https://repository.poltekpel-sby.ac.id/id/eprint/749

Actions (login required)

View Item
View Item