Penerapan Abadon Ship Drill guna Menghadapi Situasi Darurat di atas Kapal

Farid, Muhammad Daniyal (2026) Penerapan Abadon Ship Drill guna Menghadapi Situasi Darurat di atas Kapal. Undergraduate thesis, Politeknik Pelayaran Surabaya.

[thumbnail of Muhammad Daniyal Farid - Halaman Awal, Bab I, II & III.pdf] Text
Muhammad Daniyal Farid - Halaman Awal, Bab I, II & III.pdf

Download (681kB)

Abstract

Abandon ship merupakan perintah meninggalkan kapal yang diatur dalam konvensi internasional SOLAS (Safety of Life at Sea) Bab III sebagai prosedur keselamatan terakhir dalam situasi darurat di laut. Kurangnya penguasaan awak kapal terhadap prosedur ini berpotensi mengakibatkan korban jiwa, sebagaimana tercermin dari kasus tenggelamnya kapal tanker MV Keoyoung Sun berbendera Korea Selatan di perairan Shimonoseki, Jepang, pada Maret 2024 yang melibatkan delapan Warga Negara Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan prosedur abandon ship drill pada saat situasi darurat di atas kapal serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan deskriptif kualitatif selama 12 bulan praktek laut di atas kapal MV. QUEEN ALIYAH milik PT. Transcoal Pacific, yaitu kapal curah berbobot mati 55.000 DWT yang beroperasi di perairan Asia meliputi Samudra Hindia dan Laut Cina Selatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara dengan Nakhoda, Chief Officer, Second Officer, dan Third Officer, serta dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan abandon ship drill di MV. QUEEN ALIYAH telah berjalan sesuai ketentuan SOLAS Bab III, yaitu minimal satu kali setiap bulan, dengan tahapan yang sistematis meliputi briefing pra-drill, pemberian sinyal darurat tujuh tiupan pendek dan satu tiupan panjang, pengecekan awak kapal di muster station, pelaksanaan penurunan lifeboat, dan evaluasi pasca-drill yang dicatat dalam drill log. Seluruh awak kapal melaksanakan tugasnya sesuai muster list yang ditetapkan perusahaan. Namun, ditemukan lima faktor penghambat utama. Sebagai upaya mengatasinya, pihak kapal menerapkan penjadwalan drill yang fleksibel, program on-board training intensif dengan penyampaian materi dalam dua bahasa, serta inspeksi peralatan keselamatan secara rutin setiap minggu.
Kata Kunci: abandon ship drill, situasi darurat, SOLAS, muster list, keselamatan kapal.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
Creators
Email
ORCID
Farid, Muhammad Daniyal
UNSPECIFIED
UNSPECIFIED
Subjects: H Social Sciences > HE1-9990 Transportation and communications
H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare, Criminology > Accidents. Prevention of accidents
Divisions: D4 Teknologi Rekayasa Operasi Kapal
Depositing User: Rice Agustina
Date Deposited: 07 Sep 2026 13:11
Last Modified: 07 Sep 2026 13:11
URI: https://repository.poltekpel-sby.ac.id/id/eprint/1176

Actions (login required)

View Item
View Item